Produktivitas SDM dan Manajemen Rantai Pasok dalam Pemenuhan Sasaran Produksi Pada PT.Kharisma Ide Nusantara Garmindo

ABSTRAK

Produktivitas kerja merupakan perbandingan antara pengukuran output dengan pengukuran dari berbagai sumber daya yang digunakan (input) untuk menghasilkan output tersebut. Dalam mencapai sasaran produksi, produktivitas pekerja dituntut untuk lebih tinggi agar menghasilkan output yang diinginkan. Dukungan dari ketersediaan material juga sangat mempengaruhi pencapaian sasaran produksi. Oleh karena itu produktivitas sumber daya manusia dan manajemen rantai pasok yang baik harus saling bersinergi.

Tujuan penelitian adalah mendukung kebijakan mutu perusahaan untuk memastikan efisiensi dan efektivitas di dalam proses produksi untuk dapat menghasilkan output sesuai dengan input dan sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan, sehingga akhirnya akan bermuara pada tepatnya waktu pengiriman produk ke konsumen dan memberikan usulan perbaikan kinerja supply chain terhadap masalah keterlambatan bahan baku impor pada PT. KING.

Model analisis yang digunakan adalah competency based human resource management yaitu mengevaluasi kompetensi karyawan sesuai dengan kompetensi jabatan; cause effect analysis yaitu mengidentifikasi faktor menyebab masalah dan analisis model distribusi yaitu menganalisa jalur distribusi bahan baku yang dilalui.

Berdasarkan hasil analisis, produktivitas pekerja mengalami penurunan berdasarkan data yang penulis dapat yaitu data piece/man, data defect dan repair per hari selama periode Januari – September 2010. Penyebabnya adalah motivasi dan pelatihan yang kurang, insentif tidak sesuai, lingkungan kerja yang panas dan penambahan waktu kerja. Dan peyebab terjadinya keterlambatan material adalah dokumentasi, komunikasi, cacat material dan force major. Kesimpulan yang diperoleh bahwa perusahaan memberikan program pelatihan dan motivasi kepada karyawan secara berkala, melakukan pengawasan terhadap kinerja karyawan saat melakukan proses produksi dan melakukan komunikasi lebih intensif terhadap buyer.

Kata Kunci : Produktivitas, Kompetensi, Cause Effect Analysis, Model Distibusi

 

METODOLOGI PENELITIAN

1 Kerangka Pikir

Dalam penulisan tesis ini penulis menggunakan kerangka pikir berupa langkah-langkah penelitian secara sistematik, yaitu :

  • Business Process Mapping, dalam tahap ini penulis melakukan pengamatan lapangan serta wawancara responden guna mengetahui ruang lingkup dan jenis-jenis kegiatan yang dilakukan oleh objek penelitian
  • Define parameter, dalam tahap ini penulis melakukan analisis proses-proses yang dilakukan oleh objek penelitian dan mendefinisikan parameter input dan output dari proses-proses tersebut.
  • Data Collection, dalam tahap ini penulis mengumpulkan data yang diperlukan atau sesuai dengan hasil dari tahap sebelumnya. Data ini didapat dengan cara wawancara ke responden yang berkaitan dan menyebarkan kuisioner.
  • Data Analysis, dalam tahap ini penulis melakukan analisis dan pengolahan data yang diperoleh pada tahap sebelumnya. Jika ternyata dalam proses analisis ini ditemukan bahwa data yang telah diperoleh belum lengkap, maka proses sebelumnya dapat dijalankan lagi.
  • Result Presentation, dalam tahap akhir ini penulis menyajikan hasil analisis kepada pihak manajemen PT. Kharisma Ide Nusantara Garmindo dalam bentuk presentasi formal.

2 Model dan Metode Analisis

2.1 Model Analisis

Model analisis yang digunakan dalam penulisan ini adalah competency based human resource management (CBHRM), cause effect analysis, dan analisis model distribusi.

Competency Based Human Resource Management

Secara general, kompetensi sendiri dapat dipahami sebagai sebuah kombinasi antara ketrampilan (skill), atribut personal, dan pengetahuan (knowledge) yang tercermin melalui perilaku kinerja (job behavior) yang dapat diamati, diukur dan dievaluasi. Dalam sejumlah literatur, kompetensi sering dibedakan menjadi dua tipe, yakni soft competency atau jenis kompetensi yang berkaitan erat dengan kemampuan untuk mengelola proses pekerjaan, hubungan antar manusia serta membangun interaksi dengan orang lain. Contoh soft competency adalah: leadership, communication, interpersonal relation, dll. Tipe kompetensi yang kedua sering disebut hard competency atau jenis kompetensi yang berkaitan dengan kemampuan fungsional atau teknis suatu pekerjaan. Dengan kata lain, kompetensi ini berkaitan dengan seluk beluk teknis yang berkaitan dengan pekerjaan yang ditekuni. Contoh hard competency adalah : electrical engineering, marketing research, financial analysis, manpower planning, dll.

clip_image003

Gambar 1 Contoh Profil Kompetensi Jabatan

Disini penulis akan membuat form competency profile, yang berisikan hasil penilaian terhadap kompetensi yang dimiliki oleh setiap posisi produksi yang ada pada perusahaan. Adapun penilaian dari masing-masing posisi terhadap kompetensi yang dimiliki baik itu kompetensi teknis dan kompetensi perilaku berdasarkan pada kelayakan pada nilai kompetensi yang seharusnya dimiliki setiap posisi yang ada di perusahaan.

Selanjutnya melakukan asesmen kompetensi untuk setiap individu karyawan dalam perusahaan. Diperoleh direktori kompetensi beserta dengan kebutuhan kompetensi per posisi, maka diketahui dimana level kompetensi para karyawan dan juga bisa memahami gap antara level kompetensi yang dipersyaratkan dengan level yang dimiliki oleh karyawan saat ini.

Cause and Effect Analysis

Diagram fishbone dari Ishikawa menjadi satu tool yang sangat populer dan dipakai di seluruh penjuru dunia dalam mengidentifikasi faktor penyebab masalah. Alasannya sederhana. Diagram fishbone tergolong praktis, dan memandu setiap tim untuk terus berpikir menemukan penyebab utama suatu permasalahan.

clip_image005

Gambar 2 Fishbone Diagram

Diagram “tulang ikan” ini dikenal dengan cause and effect diagram. Kalau diperhatikan rangka analisis diagram fishbone bentuknya ada kemiripan dengan ikan, dimana ada bagian kepala (sebagai effect) dan bagian tubuh ikan berupa rangka serta duri-durinya digambarkan sebagai penyebab (cause) suatu permasalahan yang timbul.

Dengan menerapkan diagram fishbone ini dapat menolong kita untuk dapat menemukan akar penyebab terjadinya masalah khususnya di industri manufaktur dimana prosesnya terkenal dengan banyaknya ragam variabel yang berpotensi menyebabkan munculnya permasalahan. Apabila masalah dan penyebab sudah diketahui secara pasti, maka tindakan dan langkah perbaikan akan lebih mudah dilakukan. Dengan diagram ini, semuanya menjadi lebih jelas dan memungkinkan kita untuk dapat melihat semua kemungkinan penyebab dan mencari akar permasalahan sebenarnya. Langkah penggunaan diagram fishbone adalah :

1. Identifikasi masalah, mengumpulkan beberapa orang yang mempunyai pengalaman dan keahlian yang memadai menyangkut masalah yang terjadi.

2. Menentukan variabel yang menjadi penyebab masalah dengan menggunakan hipotesa dan mengadakan suatu penelitian dengan data yang diperoleh dari perusahaan.

3. Merumuskan masalah, mendapatkan suatu kesimpulan mengenai variabel apa yang paling mempengaruhi masalah.

Analisa Model Distribusi

Model distribusi yang akan dianalisa adalah kondisi yang sebenarnya terjadi dilapangan. Distribusi bahan baku yang diimpor oleh buyer hingga sampai ke gudang. Dengan melakukan analisa tersebut dengan jalur-jalur distribusi yang dilalui, akan dianalisa dimana terhambatnya proses impor barang yang mengakibatkan keterlambatan. Setelah diketahui hambatannya, akan dianalisa lagi penyebabnya. Jika sudah diketahui sampai dengan akar masalah yang menjadi potensi terhambatnya jalur distribusi bahan baku, maka akan diberikan rekomendasi yang tepat untuk mengatasi masalah tersebut.

2.2 Metode Analisis

Metode analisis yang digunakan dalam penulisan ini adalah gabungan antara data kualitatif dan data kuantitatif. Data kualitatif merupakan data yang berbentuk kata, kalimat, skema dan gambar, dengan melakukan wawancara. Sedangkan data kuantitatif merupakan data yang berbentuk angka. Di sisi lain, statistik hanya mampu memproses pengolahan dan analisis terhadap data yang berupa angka. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, data kualitatif harus dikuantifikasikan atau ditranformasikan ke dalam bentuk data numerik terlebih dahulu.

Proses kuantifikasi tersebut menyebabkan data kualitatif berubah bentuk menjadi data kuantitatif. Cara pengubahan dapat dilakukan antara lain dengan memberi skor (misalnya Sangat Baik diberi skor 1, Baik 2, dan seterusnya). Ini akan sangat bermanfaat pada saat pengolahan data kuesioner.

Group field project ini juga menggunakan model deskriptif, dimana data yang didapat kemudian diolah dan disajikan dalam bentuk tabel, grafik, diagram, yang disertai penjelasan, serta penggunaan model analitik, yaitu pengujian statistik yang digunakan untuk pengujian validitas dan reliabilitas kuesioner yang akan dibagikan. Uji validitas digunakan untuk mengetahui seberapa tepat suatu alat ukur mampu melakukan fungsi. Alat ukur yang dapat digunakan dalam pengujian validitas suatu kuesioner adalah angka hasil korelasi antara skor pernyataan dan skor keseluruhan pernyataan responden terhadap informasi dalam kuesioner. Dengan menggunakan uji validitas penulis akan mengetahui apakah data yang telah dikumpulkan adalah data yang valid.

Jika alat ukur telah dinyatakan valid, maka berikutnya alat ukur tersebut dilakukan pengujian reliabilitas. Tujuan utama pengujian reliabilitas adalah untuk mengetahui konsistensi atau keteraturan hasil pengukuran suatu instrument apabila instrument tersebut digunakan lagi sebagai alat ukur suatu objek atau responden. Hasil uji reliabilitas mencerminkan dapat dipercaya dan tidaknya suatu instrumen penelitian berdasarkan tingkat kemantapan dan ketepatan suatu alat ukur dalam pengertian bahwa hasil pengukuran yang didapatkan merupakan ukuran yang benar dari suatu yang diukur.

Dalam melakukan pengujian validitas dan reliabilitas, penulis menggunakan perangkat lunak SPSS versi 17, dimana data akan dinyatakan valid apabila r hitung (korelasi Pearson) lebih besar dari r tabel, atau jika nilai probabilitas (signifikansi) dari r hitung (korelasi product moment) lebih kecil α = 0.05 dan data akan dinyatakan reliable apabila memiliki nilai alpha lebih dari 0.06. Nilai alpha berkisar diantara 0 sampai dengan 1, dimana semakin besarnya nilai yang dihasilkan maka semakin reliable alat pengukur yang digunakan.

Analisis Mean Aritmatika adalah suatu tools analisis yang digunakan untuk mengetahui bagaimana penilaian pekerja terhadap produktivitas dengan melihat rata-rata pembobotannya (Lassar, Mittal, dan Sharma, 1995, p15). Dalam penelitian produktivitas ini, terdapat 6 (enam) attribute yang digunakan motivasi, remunerasi, pelatihan, lingkungan kerja, kepimpinan, dan komunikasi. Pada tiap-tiap attribute tersebut akan diperjelas dengan lebih dari 1 (satu) pernyataan. Rumus yang digunakan untuk menghitung nilai rata-rata pembobotan adalah (Sumanto, 2002, p231):

clip_image007

Keterangan :

M = Mean aritmatika

X = Jumlah skor

N = Jumlah responden

n = Jumlah butir pernyataan tiap bagian

Nilai rata-rata pembobotan yang diperoleh tersebut kemudian akan dipetakan ke dalam rentang skala kategori nilai. Penentuan rentang skala kategori nilai dilakukan dengan menentukan terlebih dahulu kelas (nilai bobot) yang akan dibuat. Rumus yang digunakan untuk penentuan tentang skala kategori nilai adalah (Durianto, Sugiarto dan Sitinjak, 2000, p43) :

clip_image009

Keterangan :

i = interval

bkt = Batas kelas tertinggi

bkr = Batas kelas terendah

k = Jumlah kelas

3 Metode Pengumpulan Data

Dalam menyusun thesis ini, peneliti berusaha untuk mengumpulkan, menyajikan, dan menganalisa data sehingga dapat memberikan informasi yang cukup jelas atas permasalahan yang diteliti. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah:

1. Populasi dan Sampel

Dalam penelitian ini populasi adalah seluruh karyawan divisi produksi PT. Kharisma Ide Garmindo, pada saar penelitian berlangsung, terdapat 517 orang. Terdiri dari 48 orang untuk bagian Marker & Cutting, 344 orang untuk bagian Sewing, 80 orang untuk bagian Ironing, dan 45 orang untuk bagian finishing. Sampling yang digunakan dalam pada GFP ini dipilih dari populasi secara acak (random sampling). Teknik pengambilan sample adalah menggunakan metode Slovin dan Umar (2005, 78) :

clip_image011

clip_image013

clip_image015

2. Kuesioner

Kuesioner adalah data yang dikumpulkan dengan menanyai karyawan melalui daftar pernyataan terstruktur. Dengan kuesioner, dapat diperoleh data seperti sikap, perasaan, atau pengaruh responden. Kuesioner dalam penelitian ini dibuat dengan skala Likert dengan pemberiaan bobot sebagai berikut :

Sangat Setuju (SS) : 5 poin

Setuju (S) : 4 poin

Netral (N) : 3 poin

Kurang Setuju (KS) : 2 poin

Tidak Setuju (TS) : 1 poin

Kuesioner ini berisikan pernyataan yang bertujuan untuk menganalisa tingkat produktivitas SDM pada area Produksi PT. Kharisma Ide Nusantara Garmindo dalam upaya peningkatan efisiensi secara keseluruhan.

3. Wawancara

Melakukan wawancara dengan Manager HR, Manager Produksi dan Manager Exim serta beberapa karyawan PT. Kharisma Ide Nusantara Garmindo. Kegiatan wawancara tersebut digunakan untuk berbagai hal mengenai permasalahan, situasi, dan kondisi perusahaan secara umum. Wawancara dengan Manager HR digunakan untuk mengetahui kegiatan operasional perusahaan, dan hubungan karyawan. Setelah itu, untuk mengetahui persepsi karyawan terhadap perusahaan, dengan Manager Produksi untuk mengetahui proses produksinya, dengan Manager Exim untuk mengetahui proses ekspor impor perusahaan, dengan beberapa karyawan tanpa mengetahui identitas pelaku GFP yang bertujuan untuk mengumpulkan informasi.

4. Observasi

Melakukan pengamatan langsung pada PT.Kharisma Ide Nusantara Garmindo terhadap suatu gejala atau obyek secara sistematis dan obyektif dan mencatat hasilnya. Dengan melakukan observasi maka penulis dapat mengetahui apa yang sesungguhnya terjadi dilapangan.

5. Penelitian Kepustakaan

Dilakukan dengan cara mencari referensi yang berkaitan dengan penelitian dengan tujuan untuk memperoleh data-data sekunder yang dapat dijadikan sumber informasi yang menunjang pelaksanaan penelitian. Data sekunder merupakan data yang diperoleh melalui data yang telah diteliti dan dikumpulkan oleh pihak lain yang berkaitan dengan permasalahan penelitian. Sumber literature biasanya diperoleh dari buku, majalah, koran, jurnal, dan media online.

6.Dokumentasi / Data Perusahaan

Dokumentasi dilakukan dengan mengumpulkan dan mempelajari dokumen-dokumen yang berhubungan dengan produktivitas pekerja dan rantai pasok perusahaan. Penggunaan dokumen-dokumen telah diizinkan oleh pihak perusahaan dan hanya digunakan untuk tujuan analisis dalam penelitian ini. Dokumen-dokumen yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah 1) sejarah dan gambaran umum PT. Kharisma Ide Nusantara Garmindo, 2) struktur organisasi PT. Kharisma Ide Nusantara Garmindo, 3) laporan hasil produksi bulan Januari – September 2010, 4) laporan defect dan repair bulan Januari – September 2010

4 Variabel Penelitian

Variabel digunakan untuk mengidentifikasikan masalah. Produktivitas yang meningkat atau menurun dipengaruhi oleh variabel-variabel tertentu. Penelitian mengenai masalah pemenuhan sasaran produksi cukup luas cakupannya. Untuk tetap fokus pada masalah ini dan mendapatkan jawaban yang objektif serta rasional maka penulis menetapkan beberapa variabel yang mempengaruhi masalah sasaran produksi. Variabel-variabel yang teridentifikasi pada PT. Kharisma Ide Nusantara Garmindo adalah sebagai berikut :

  • Variabel input, yaitu terdiri dari SDM atau tenaga kerja yang bekerja dan faktor ketersediaan material dari buyer.
  • Variabel output, yaitu sasaran produksi yang dicapai oleh PT. Kharisma Ide Nusantara Garmindo dalam pemenuhan pesanan buyer.

 

Editor : Felix Yuwono, Fadhyal Mubdiarto

About these ads

Tags: , , ,

One response to “Produktivitas SDM dan Manajemen Rantai Pasok dalam Pemenuhan Sasaran Produksi Pada PT.Kharisma Ide Nusantara Garmindo”

  1. E JURNAL says :

    Sangat bermanfaat…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: